Social Business, Jakarta – Harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya terpantau alami pergerakan yang beragam pada Rabu (2/4/2025). Mayoritas kripto jajaran teratas terpantau kembali berada di zona hijau.
Berdasarkan data dari Coinmarketcap, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) kembali menguat. Bitcoin naik 3.00% dalam 24 jam, tetapi masih melemah 2.60% sepekan.
Saat ini, harga Bitcoin berada di level USD 85,011.32 per koin atau setara Rp 1,407,584,779 (asumsi kurs Rp 16,560 per dolar AS).
Ethereum (ETH) kembali menguat. ETH naik 4.42% sehari terakhir dan turun 7.43% sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level Rp 32,962,416 per koin.
Kripto selanjutnya, Binance Coin (BNB) turut menguat. Dalam 24 jam terakhir BNB naik 0.56%, tetapi masih melemah 3.05% sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga Rp 10,356,528 per koin.
Kemudian Cardano (ADA) masih berada di zona hijau. ADA menguat 2.63% dalam sehari dan turun 8.57% sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level Rp 11,593 per koin.
Adapun Solana (SOL) masih menguat. SOL naik 0.67% dalam sehari, tetapi masih melemah 12.05% sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level Rp 2,161,560 per koin.
XRP masih berada di zona hijau. XRP naik 2.06% dalam 24 jam dan turun 12.61% sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga Rp 36,091 per koin.
Koin Meme Dogecoin (DOGE) juga kembali menguat. Dalam satu hari terakhir DOGE naik 4.40%, tetapi masih terkoreksi 8.36% sepekan. Ini membuat DOGE diperdagangkan di level Rp 2,959 per token.
Harga kripto hari ini stablecoin Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) sama-sama berbeda. USDT stagnan di posisi USD 0.9999 (Rp 16,558) dan USDC melemah 0.01% ke posisi USD 1.00 (Rp 16,560).
Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto hari ini berada di level USD 2.75 triliun atau setara Rp 45,540 triliun, menguat sekitar 3.21% dalam sehari terakhir.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Harga Bitcoin Diramal Ambles dari USD 80.000, Ini Sederet Pemicunya
Perusahaan riset aset digital, 10x Research memperkirakan harga Bitcoin (BTC) akan jatuh di bawah USD 80.000 pekan ini. Mengutip Cryptonews, Selasa, 10x Research dalam ungahannya di media sosial X mengutip ketidakpastian yang meningkat akibat serangkaian kebijakan baru tarif impor AS dan inflasi yang meningkat sebagai faktor risiko utama yang membebani harga Bitcoin dan pasar keuangan.
Laporan tersebut menyoroti data Pengeluaran Konsumsi Pribadi inti AS yang lebih tinggi dari perkiraan, yang menunjukkan inflasi tetap menjadi perhatian.
Selain itu, perubahan retorika dari mantan Presiden AS Donald Trump tentang tarif telah meningkatkan ketidakpastian, dengan kekhawatiran bahwa kebijakan perdagangan yang agresif dapat membebani sentimen ekonomi.
10x Research juga menunjuk pada PMI Manufaktur AS yang akan datang sebagai pemicu potensial untuk penurunan lebih lanjut. Jika data tersebut melemah, penghindaran risiko dapat meningkat, meluas ke pasar mata uang kripto. Lebih jauh, data ketenagakerjaan yang kuat dapat menunda intervensi Federal Reserve, mengurangi peluang pemulihan pasar.
Volatilitas Pasar Terkendali
Meskipun ada risiko ini, 10x Research mencatat bahwa volatilitas pasar tetap terkendali, dengan VIX pada level rendah, yang menunjukkan bahwa pedagang mungkin mengesampingkan potensi penurunan lebih lanjut.
Dengan berbagai katalis penghindaran risiko, pemulihan Bitcoin baru-baru tampaknya semakin sulit terlihat. Jika tekanan ekonomi makro terus berlanjut, Bitcoin dapat menghadapi penurunan lebih lanjut dalam beberapa hari mendatang, ungkap 10x Research.