4 Apr 2025, Fri

Harga Kripto Hari Ini 3 April 2025: Bitcoin Cs Masih Terkoreksi

Social Business News, Jakarta – Harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya terpantau alami pergerakan yang beragam pada Kamis (3/4/2025). Mayoritas kripto jajaran teratas terpantau masih berada di zona merah.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) masih melemah. Bitcoin turun 3,11 persen dalam 24 jam dan 5,15 persen sepekan.

Saat ini, harga Bitcoin berada di level USD 82.482 per koin atau setara Rp 1,36 miliar (asumsi kurs Rp 16.560 per dolar AS).

Ethereum (ETH) turut melemah. ETH merosot 5,77 persen sehari terakhir dan 10,51 persen sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level Rp 30 juta per koin.

Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) kembali melemah. Dalam 24 jam terakhir BNB turun 3,53 persen dan 3,99 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga Rp 9,86 juta per koin.

Kemudian Cardano (ADA) masih berada di zona merah. ADA turun 5,64 persen dalam sehari dan 11,75 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level Rp 10.692 per koin.

Adapun Solana (SOL) kembali terkoreksi. SOL anjlok 7,52 persen dalam sehari dan 14,25 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level Rp 1,97 juta per koin.

XRP kembali berada di zona merah. XRP turun 5,63 persen dan 13,65 persen sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga Rp 33.746 per koin.

Koin Meme Dogecoin (DOGE) masih terkoreksi. Dalam satu hari terakhir DOGE melemah 5,86 persen dan 15,52 persen sepekan. Ini membuat DOGE diperdagangkan di level Rp 2.738 per token.

Harga kripto hari ini stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC) masih stabil. Harga keduanya masih berada di level USD 1,00, meskipun ada koreksi di kisaran 0,1 persen.

Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto hari ini berada di level USD 2,65 triliun atau setara Rp 43.884 triliun, melemah sekitar 3,57 persen dalam sehari terakhir.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Social Business News tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Anjloknya Altcoin

Pasar kripto menghadapi penurunan yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir, dengan lima mata uang kripto teratas kehilangan nilai gabungan sebesar USD 659 miliar atau Rp 10,9 kuadriliun sejak puncaknya pada tahun 2025.

Hal itu diungkapkan oleh Cryptoquant dan para penelitinya.

Mengutip News.bitcoin.com, Rabu (2/4/2025) kripto Ethereum dan Solana melihat penurunan terbesar. Kapitalisasi pasar Ethereum (ETH) turun sebesar 44% menjadi USD 240 miliar atau Rp 3,9 kuadriliun, sementara Solana (SOL) merosot hingga 43% menjadi USD 73 miliar atau Rp 1,2 kuadriliun.

Sementara itu, Bitcoin (BTC) dan Binance coin (BNB) menunjukkan ketahanan relatif, dengan kapitalisasi pasar Bitcoin turun 18% menjadi USD 1,735 triliun, dan BNB turun hanya 15% menjadi USD 91 miliar atau Rp 1,5 kuadriliun, demikian menurut data Cryptoquant.

Namun, analisis Cryptoquant bahwa Bitcoin dan BNB tetap mengalami penurunan terendah, turun sekitar 20% dari titik tertinggi sepanjang masa.

Sebaliknya, harga Ethereum telah mencapai posisi yang dinilai terlalu rendah terhadap Bitcoin, dengan rasio ETH/BTC turun 72% sejak September 2022.

“Harga ETH telah memasuki area yang sangat rendah nilainya relatif terhadap Bitcoin untuk pertama kalinya sejak Januari 2020,” ungkap  Cryptoquant dalam laporannya.

Regulator Inggris Bakal Luncurkan Kebijakan Baru Perusahaan Kripto mulai 2026

Sebelumnya, Inggris kini tengah mempersiapkan regulasi baru untuk industri kriptonya dalam 12 bulan mendatang.

Melansir Coindesk, Selasa (1/4/2025) direktur pembayaran dan aset digital di Otoritas Perilaku Keuangan (FCA) Inggris, Matthew Long mengatakan bahwa kebijakan untuk tahun 2026 akan menjadi otorisasi baru bagi perusahaan kripto di negaranya.

“Kami akan memiliki kebijakan yang akan memungkinkan otorisasi. Namun, jelas kami harus melalui konsultasi, membuat aturan tersebut, dan mendapatkan undang-undang agar itu dapat dilakukan,” kata Long dalam sebuah wawancara.

Kebijakan ini sekaligus akan menjadi lompatan dari kebijakan anti pencucian uang (AML) Inggris yang sudah ada saat ini.

Perusahaan bursa kripto seperti Coinbase, Gemini, dan Bitpanda akan beralih dari pendaftaran di negara tersebut untuk mematuhi aturan anti pencucian uang ke otorisasi dengan aturan untuk serangkaian penawaran.

Ini mengharuskan mereka untuk melalui proses baru untuk mendapatkan persetujuan dari FCA.

FCA juga berencana merilis dokumen tentang Stablecoin, platform perdagangan, staking, paparan kripto yang hati-hati, dan serangkaian kebijakan lainnya tahun ini.

“Kebijakan tersebut diharapkan akan aktif setelah dokumen kebijakan akhir diterbitkan pada tahun 2026,” kata Long.

Kebijakan Anti Penyucian Uang

Sejak kebijakan anti pencucian uang untuk perusahaan kripto diluncurkan pada tahun 2020, FCA telah menerima 368 pengajuan dari perusahaan kripto di Inggris, tetapi hanya 50 perusahaan atau 14% dari pelamar yang telah disetujui sejauh ini.

Undang-undang yang akan datang akan menentukan apa yang dianggap sebagai aktivitas yang diatur, kata Long dari FCA. Perusahaan kripto yang terlibat dalam aktivitas tersebut perlu mencari otorisasi.

Menanti Kebijakan Baru Stablecoin di Inggris

Stablecoin tidak akan lagi dimasukkan ke dalam regulasi pembayaran Inggris sebagaimana ditetapkan sebelumnya, kata mantan Menteri Ekonomi negara itu, Tulip Siddiq pada November 2025.

FCA berencana untuk berkonsultasi tentang rancangan aturan untuk Stablecoin awal tahun ini.

“Apa yang kami lakukan dalam hal Stablecoin adalah kami memastikan bahwa kami mengambil yang terbaik dari regulasi saat ini yang ada di TradFi, tetapi stablecoin pada dasarnya unik,” kata Long.

“Tidak ada yang sama persis. Kami harus menyesuaikan regulasi yang kami miliki saat ini,” terangnya.

FCA saat ini masih memutuskan proses yang harus dilalui perusahaan kripto untuk mendapatkan otorisasi, kata Long.

Long menambahkan bahwa belum diputuskan langkah apa yang perlu diambil oleh mereka yang sudah terdaftar dalam kebijakan pencucian uang, tetapi rezim baru akan hadir dengan izin yang lebih luas.

“Jadi kami berharap bahwa jika Anda menginginkan izin lebih lanjut, Anda akan mengajukannya,” ujarnya.

Oleh karena itu, perusahaan mungkin perlu melalui proses pendaftaran yang panjang, bahkan jika mereka telah memperoleh lisensi yang ada.

“Kami akan berkomunikasi dengan perusahaan tentang seperti apa gerbang itu nantinya sebelum diluncurkan, niat kami adalah untuk meluncurkannya sesegera mungkin,” kata Long mengacu pada aturan otorisasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *