31 Jan 2026, Sat

​Pada hari Selasa, 8 April 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam sebesar 9,19%, mencapai level 5.912,06 pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB. Penurunan ini memicu trading halt selama 30 menit oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menenangkan volatilitas pasar. ​

Faktor Penyebab Penurunan IHSG:

  • Kebijakan Tarif Impor AS: Pemerintah Amerika Serikat, di bawah Presiden Donald Trump, memberlakukan tarif impor baru sebesar 32% terhadap produk Indonesia. Kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran terhadap prospek ekspor Indonesia dan memicu aksi jual di pasar saham. ​

  • Pelemahan Nilai Tukar Rupiah: Nilai tukar rupiah melemah 1,8%, mencapai rekor terendah di level Rp16.850 per dolar AS, melampaui posisi terendah selama krisis finansial Asia. Pelemahan ini menambah tekanan pada pasar saham domestik. ​

Langkah BEI dalam Menanggapi Situasi:

BEI mengumumkan penyesuaian mekanisme penghentian sementara perdagangan (trading halt) sebagai respons terhadap volatilitas pasar:​

  • Penurunan IHSG sebesar 8% akan memicu trading halt selama 30 menit.​

  • Penurunan lanjutan hingga 15% akan menyebabkan trading halt tambahan selama 30 menit.​

  • Jika penurunan mencapai 20%, perdagangan akan dihentikan untuk sisa hari tersebut. ​

Penyesuaian ini bertujuan memberikan waktu bagi investor untuk mencerna informasi dan menenangkan pasar.​

Dampak pada Saham Unggulan:

Saham-saham unggulan seperti Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), dan Bank Central Asia (BBCA) turut mengalami penurunan signifikan akibat sentimen negatif ini. ​

Situasi Pasar Global:

Penurunan IHSG sejalan dengan tren negatif di pasar saham global, di mana indeks Hang Seng turun 10%, Nikkei melemah 6,6%, dan Shanghai Composite Index turun 7,3%. ​

Kesimpulan:

Penurunan signifikan IHSG pada 8 April 2025 dipicu oleh kombinasi kebijakan tarif impor AS yang baru dan pelemahan nilai tukar rupiah. BEI telah mengambil langkah-langkah untuk menstabilkan pasar melalui penyesuaian mekanisme trading halt. Investor disarankan untuk tetap waspada dan mempertimbangkan faktor-faktor global serta domestik dalam pengambilan keputusan investasi.​

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *